Empat Perkebunan Kelapa Sawit Gunung Mas Dilaporkan

Wancino Laporan
Wancino, Focal Point Kalimantan Tengah untuk Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK Kalteng), menjelaskan kepada Polda Kalimantan Tengah mengenai dugaan aksi ilegal empat perikebunan kelapa sawit di Guunung Mas. Penejlasan itu adalah bagian dari laporan pengaduan masyarakat JPIK Kalteng dan Telapak Kalteng kepada kepolisian demi terwujudnya tata kelola kehutana  yang baik 

PALANGKA RAYA – Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) dan TELAPAK Kalteng kembali memasukan laporan indikasi tindak kriminal kehutanan ke Polda Kalteng, Selasa (14/7).

Laporan ke Kasubag Dumas Polda Kalteng, melalui stafnya, Joko Prasetyo tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan sebelumnya (Maret).

Ada empat perusahaan yang dilaporkan, pertama yaitu PT Kahayan Agro Palntations (KAP) yang terindikasi melakukan penggarapan di lokasi kebun karet masyarakat, yaitu di Desa Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu, Gunung Mas.

Beberapa poin pelanggaran berupa adanya penggarapan lahan menggunakan alat berat tanpa ada pemebasan lahan dan tanpa adanya free, prior, informed, consent (FPIC). FPIC adalah skema persetujuan di awal yang bebas tanpa paksaan bagi masyarakan yang tinggal di lokasi proyek.

Meskipun ada pembebasan lahan,  akan tetapi tidak keseluruhan lahan, hanya sebagian. Karena sebagian masyarakat tidak mau memberikan lahan namun sudah digarap secara paksa oleh PT KAP.

“Ini artinya sudah melanggar hak masyarakat, melanggar peraturan dan menyebabkan konflik,” kata Ketua JPIK Kalteng, Wancino.

PT KAP juga disinyalir tidak melakukan verifikasi terkait kepemilikan lahan. Sehingga ada indikasi tumpang tindih perizinan antara PT KAP, PT East Point Indonesia dan juga tumpang tindih dengan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang berjumlah 50-60 KK. KAT merupakan salah satu program pemerintah.

Estimasi rendah hasil panen kayu, diduga kayu yang dihasilkan lebih besar dari kayu yang laporkan. Sehingga menyebabkan kerugian negara.

Kemudian, adanya izin bermasalah. Karena Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT KAP diterbitkan sebelum izin lingkungan.

Tiga perusahaan lain adalah perusahaan perkebunan sawit yaitu PT Flora Nusa Perdana, PT Nusantara Sawit Persada dan PT Prasetya Mitra Muda.

Beberapa poin pelanggaran diantaranya yaitu beroperasi tanpa izin lingkungan, IUP diterbitkan sebelum izin lingkungan diperoleh, membuka lahan sebelum memperoleh Izin Pemanfaatan Kayu, beroperasi di wilayah hutan.

“Sedangkan khusus untuk PT Nusantara Sawit Persada ada dua poin lain yaitu membuka hutan diluar batas wilayah konsesi dan beroperasi di wilayah gambut yang dalam,” tutur Wancino.

Wancino menambahkan, berdasarkan Enviromental Investigation Agency (EIA) bersama tim JPIK dan TELAPAK Kalteng menemukan setidaknya 10 buah bandsaw di wilayah dalam ketiga perkebunan tersebut dengan sebagian besar beroperasi tanpa izin.

“Menurut warga, ada berada di lingkungan perusahaan, kayu-kayu tersebut diangkut menggunakan truk bak L sekitar 40 buah. Hasil kayu-kayu ini kemudian turun ke Palangka Raya melalui Tumbang Talaken,” tuturnya. Dia menyebut, sejumlah kayu tersebut prosesnya ditimbun lama sebelum diolah/dibuat log-log.

Sebelumnya, Wancino juga melaporkan pihak Polres Gunung Mas terhadap laporan Tim ke Polres yang tidak ada tanggapan. laporan itu dismapiakan Maret 2015.

“Setelah menunggu 3 bulan tidak ada tanggapan dari Polres Gumas, maka kita menaikkan laporan ke Polda Kalteng,” tambah Johanes Jenito , TELAPAK Kalteng, pada kesempatan berbeda.

Sementara itu, staf Kasubag Dumas Polda Kalteng, Joko Prasetyo menanggapi laporan menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan membuat tim untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Sebelumnya turun tim kita ke inspektorat, kita minta keterangan Polres Gumas. Tanggal 27 Juli akan dibuat surat untuk tim tersebut,” janjinya.

Selanjutnya,  pihaknya akan memanggil Kasadreskrim Gunung Mas untuk dimintai klarifikasi terkait layanan dan tindaklanjut laporan tersebut, hasil klarifikasi itu akan menentukan apakah tim akan melakukan pengecekan langsung turun ke lapangan. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s